Kamis, 24 Desember 2009
Rabu, 02 Desember 2009
nokia tercanggih
tinggal masukan kartunya, taruh d meja dan semua bs pakai.
aktifkan passwordnya jika tdk mau d pakai umum, simpel, praktis, ukurannya kecil ga perlu ribet2 beli router, hub, networking, dll.
bs d sambung ke Fax juga (tergantung operator biasanya telkomsel HALO yg bs)
details:
Supporting two working modes of the wireless gateway and USB modem , Supporting the HSDPA at a rate of 3.6 or 7.2 Mbit per second for downlink and 384 Kbit per second for uplink , Built-in WCDMA and WLAN high gain antenna, which supports receiving diversity and equalizer , Supporting Web-based management, parameter presetting, and plug-and-play , Ultrathin and artful ID , User-friendly design of indicators , Supporting three placement methods: desktop, desktop inclining, and wall-mounted , Dimensions : 155 mm × 115 mm × 28 mm , Weight : <500g , Four LAN interfaces for the RJ 45 function same as LAN HUB , One telephone interface for the RJ11 , WLAN: maximum of 32 users , Power supply interface and USB interface multiplex , Windows 2000, Windows XP, Windows Vista, and MAC OS , power is supplied through the USB from the PC. Thus, no external power supply is required .
Ex Bundle dengan OPTUS - Australia. Stok baru tiba, tidak banyak hanya ada 5 - 10 unit saja.
3G Router terkecil, bisa fungsi sebagai telp (Memakai terminal telepon rumah tapi via SIM card GSM), HUB, Modem USB, WiFi Router. Bisa juga berfungsi sebagai alat FAX mobile.
pictures:
Jumat, 13 November 2009
hp teranyar
|
02 February 2009 09:28
cooldesak - Setelah cukup meraup sukses dengan seri 2505, sekarang ini generasi penerusnya hadir dengan seri 2608. Jika melihat sekilas tampilan ponsel ini, wajar rasanya jika banyak orang menganggap jika ponsel ini merupakan adik dari seri 2505.
Hal tersebut ada benarnya, lantaran dari bentuk fisik ponsel ini memang memiliki tampilan yang tidak berbeda jauh dari saudara tuannya. Tentu saja sang adik tampil lebih fresh dengan beberapa sentuhan ornamen baru dan tentu saja teknologinya yang lebih up to date.
Desain
Munggil, minimalis dan enak di pandang mata, itu, lah, kesan pertama saat kali pertama mendapati ponsel ini terpajang di meja redaksi. Jika flash back ke belakang sebenarnya tampilan yang tersaji nggak berbeda jauh dengan saudara tua. Di ponsel ini Nokia kembali mempercayakan jagoan barunya kepada desain lipat yang terlihat begitu mini. Total secara keseluruhan bodi ponsel ini memiliki dimensi 84 x 42 x1 6.25mm plus berat 67 gram. Komposisi tersebut membuat ponsel ini begitu nyaman dalam gengaman tangan.
Dengan tiga pilihan warna yang keren dan menarik seperti warna fuchsia strip pink, silver strip hijau dan warna hitam dengan garis biru ditengahnya, membuat tampilan luar ponsel ini begitu menarik. Dalam keadaan tertutup tampak muka ponsel ini hanya di hiasi hamparan body plastik yang di permanis dengan sentuh list di bagian tengahnya. Di area ini selain terpatri lambang Nokia, Anda hanya menemukan lampu indikator LED yang berkedip ketika ada panggilan masuk atau SMS yang belum dibaca.
Lampu indicator yang letaknya terkamuflase tersebut juga berfungsi sebagai tombol untuk mengaktifkan flashlight, jadi Anda jangan takut jika terjadi mati lampu. Mengarah kebagian samping, tidak banyak tombol, port maupun slot yang dijumpai di bodi tipis ponsel ini. Dan juga dijumpai port jack headset 2.5 mm dan port untuk mencolokan microUSB, port terakhir juga berfungsi sebagai port charge.
Menapaki body bagian belakang tertanam, hamparan body mulusnya tertanam corong speaker. Kini pandangan di alihkan ke bagaian dalam ponsel, ketika ponsel ini dalam keadaan terbuka, sudah Anda akan menjumpai berbagai teknologi yang menyokong kerja ponsel ini. Untuk performa layar tertanam teknologi, layar TFT 1.8 inci dengan ketajaman 262 ribu warna serta kerapatan 128 x 160 pixel. Tepat di bawahnya terdapat tombol navigasi empat arah, plus tombol pintas serta tombol untuk mengakhiri dan melakukan panggilan. Sedangkan jajaran keypad tersusun rapi dan rapat, tapi tetap nyaman ketika digunakan.
Fitur Andalan
Merujuk ke bagian fitur, ponsel ini sendiri sebenarnya datang dari kelas menengah. Yang menjadi modal utama produk ini tentu saja tampilannya yang terbilang menawan. Walau begitu, Nokia sebagai pabrikan tetap memberikan berbagai teknologi, yang lebih up to date sesuai dengan karakteristik ponsel masa kini. Jendela menu terbuka, tampilan menu utama ciri khas Nokia kembali menyapa. Dilayar menu utama, Nokia kembali menampakkan folder, perpesanan, kontak, catatan panggilan, setting, media, galeri, calendar, brew, mini browser hingga folder ekstra.
Dari berbagai folder yang telah di uraikan, tentu saja terdapat beberap folder yang di dalamnya tertanam berbagai fitur andalan. Fitur tersebut dijamin semakin menambah performa dari Nokia 2608. Masalah hiburan di ponsel kelas ini, biasanya nggak jauh dengan fasilitas pemanja gendang telinga. Hal tersebut di respon oleh Nokia dengan membenamkan fitur FM radio.
Anda tinggal membuka folder media agar bisa terhubungan dengan fasilitas radio. Seperti biasa jangan lupa untuk menikmati fasilitas ini, user harus menancapkan bantuan headset yang berfungsi sebagai antena. Selanjutnya Anda bisa langsung menikmati berbagai info, berita, hingga up date berbagai musik terbaru baik lokal maupun internasional yang saat ini sedang hits.
Capek mendengarkan aksi cuap-cuap para penyiar radio masih ada fitur lain yang tercangkok di ponsel ini dan rugi jika terlewatkan. Kali ini Nokia memberikan kemudahan bagi user yang ingin melintas kedunia maya. Ponsel munggil dengan teknologi CDMA ini ternyata juga sudah bisa pergunakan untuk menikmati dinamika di dunia maya.
Ponsel ini sendiri bisa dijadikan modem, user tinggal mencolokan 2608 ke PC via port microUSB. Setelah melakukan beberapa setting, user bisa langsung menggunakannya sebagai modem untuk berinternet ria. Sementara itu, karena ponsel ini juga sudah dipersenjatai teknologi Brew 3.1.5 dan WAP 2.0, si munggil ini bisa terhubung langsung kedunia maya untuk sekedar mendownload ringthone dan game atau aplikasi mini.
Fitur lain yang juga menyenangkan, terutama untuk membunuh rasa sepi ialah fasilitas game. Jemari Anda tinggal menuju ke folder ekstra, didalammya sudah tersedia tiga jenis game yakni, bowling, square colour dan HT jika masih kurang Anda bisa langsung mendowload via internet.
Konektivitas dan Memori
Untuk ponsel yang edar di kelas ini, apalagi ponsel berteknologi CDMA memang tidak terlalu banyak perangkat yang di sediakan untuk melakukan perpindahan data. Seperti sudah sempat di singgung sebelumnya, ponsel ini telah tertanam port microUSB. Fasilitas tersebut sudah cukup lumayan untuk melakukan perpindahan data. Sedangkan masalah penyimpanan data, ponsel ini hanya menyediakan internal memori 1.5 MB, dengan fasilitas tersebut user jangan menyimpan data terlalu banyak.
Kesimpulan
Ini dia jagoan baru Nokia di kelas CDMA, sebagai generasi terbaru ponsel ini memiliki pertalian yang cukup erat dengan seri 2505, yang juga datang dari kelas CDMA. Sebagai saudara mudanya, ponsel ini memang memiliki nilai plus dari segi tampilan. Akan tetapi dengan desain yang begitu mini, ponsel ini juga telah dilengkapi berbagai teknologi tambahan yang membuatnya layak bersaing di kelas ponsel CDMA. Jadi buat Anda yang ingin mengganti ponsel CDMA yang sudah ke lewat usang, Nokia 2608 bisa dijadikan pilihan. (Iq/foto:Iq)
Spesifikasi
Jaringan : CDMA 800 MHz
Dimensi/Berat : 84 x 42 x1 6.25mm / 67 gram
Layar : TFT 1.8 inci, 262 ribu warna,128 x 160 pixel
Memori : Internal 1.5MB
Fitur : Radio FM stereo, Wap 2.0/Brew 3.1.5, 64 poliponik MIDI, AAC, AAC+, MP3, QCELP, games, flash light, jack headset 2.5 mm
Baterai : BL-5BT 870mAH
Aktif/Siaga : 3.5 jam / 10 hari
hp terbaru
270109 Pelanggan FWA Semakin Dimanjakan
Berbahagialah masyarakat yang menjadi pelanggan operator berlisensi Fixed Wireless Access (FWA) pada tahun ini. Hal ini karena regulator sedang berencana membahas kemungkinan digabungkannya Point Of Interconection (POI) dan Point of Charging (POC) dari satu wilayah layanan FWA yang berdekatan.
Seperti diketahui, layanan FWA jika merujuk pada Kepmenhub No. 35/2004 tentang Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas adalah jasa telekomunikasi yang memliki wilayah layanan sesuai dengan kode areanya.
Di Indonesia penyelenggara FWA adalah Telkom Flexi, Indosat StarOne, Bakrie Telecom, Hepi. Terbatasnya wilayah layanan tersebut, diakali oleh operator FWA dengan memberikan layanan roaming ala jasa seluler jika pelanggannya keluar dari kode area. Layanan semacam itu oleh Telkom dinamakan Flexi combo, sedangkan Bakrie Telecom terkenal dengan Esia Go Go.
Jika rencana dari regulator itu terwujud, maka pelanggan yang tinggal di satu wilayah berdekatan seperti Jakarta dengan Bogor atau Jakarta dengan Banten, tidak perlu lagi bersusah payah mengaktifkan jasa roaming semu tersebut karena POC dan POI-nya bergabung dalam satu wilayah.
“Dalam kajian kami tentang pentarifan, kebijakan yang mungkin dilakukan untuk men-triger penurunan tarif adalah penggabungan POC dan POI bagi jasa FWA. Sedangkan untuk seluler tidak mungkin lagi dilakukan karena tahun lalu telah terjadi penurunan tarif yang drastis,” ungkap Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi kepada Koran Jakarta, Senin (26/1).
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Heru, regulator akan merevisi aturan terkait interkoneksi yakni Peraturan Menteri No 8/ 2006.
Heru menjelaskan, penggabungan tersebut tidak hanya akan membuat pelanggan FWA bisa menikmati layanan lebih luas tetapi tarif yang lebih murah.
“Selain itu, kebijakan ini akan membuat penggunaan penomoran oleh operator menjadi semakin efisien,” jelasnya
Terkendala Penomoran
Direktur Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaedi menjelaskan, penggabungan POC dan POI nantinya akan terbentur masalah keterbatasan penomoran, khususnya untuk pelanggan di wilayah padat.
”Di Jakarta saja kami sudah hampir kehabisan blok nomor. Jika masalah ini tidak diselesaikan terlebih dulu, tidak ada gunanya penggabungan tersebut,” katanya.
Menurut Rakhmat, jika fundamental penomoran tidak bisa diselesaikan oleh regulator, solusi lainnya adalah memperluas kode area satu wilayah layanan.
”Sistem kode area yang berlaku sekarang sudah kuno dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman. Banyak wilayah yang telah bersinggungan satu sama lain karena akses transportasi sudah dibuka,” katanya.
Direktur Korporasi Mobile-8 Telecom Merza Fachys mengatakan, sebetulnya POI dan POC diatur lebih ditujukan kepada terjadinya iklim interkoneksi yang sehat. Tidak tersedianya POI di setiap area POC untuk FWA mengakibatkan peningkatan biaya interkoneksi lokal bagi operator FWA yang ingin berinterkoneksi dengan operator eksisting yang tidak punya POI.
”Urusan POC dan POI tergantung pengaturan sajalah dan dijalankan konsisten sesuai aturan. Sebenarnya hal ini tidak menjadi terlalu signifikan karena kebanyakan penawaran operator berlaku untuk panggilan ke sesama,” katanya.
Pada kesempatan lain, Direktur Pemasaran Indosat Guntur S Siboro mengaku tidak iri dengan kebijakan dari regulator yang terkesan memanjakan operator FWA.
”Soal pentarifan seluler dan FWA jika lintas operator (off net) tergantung biaya interkoneksi. Selama ini persepsi tarif murah lebih banyak terjadi pada tarif on net,” katanya.
Dan untuk tarif on nett, lanjutnya, angka yang ditawarkan seluler lebih murah dari FWA. ”Di seluler tarif off net terlihat lebih mahal ketimbang FWA karena biaya interkoneksi seluler masih tetap lebih tinggi dari FWA,” jelasnya.
Sementara itu, Sekjen Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG) Muhammad Jumadi Idris menilai, langkah regulator menggabungkan POC dan POI wilayah layanan FWA yang berdekatan merupakan langkah yang tepat untuk membuka medan persaingan yang seimbang antara FWA dan seluler.
”Kebijakan ini diharapkan membuat operator FWA menurunkan tarifnya agar pengguna merasakan langsung beleid yang akan dikeluarkan oleh regulator tersebut. Karena saya lihat ini seperti soft policy untuk menurunkan tarif, berbeda dengan kebijakan pada April 2008,” jelasnya.[doni ismanto]
Kamis, 12 November 2009
HP
Nokia N93i Review
- Tri Band (GSM 900, GSM 1800 & GSM 1900)
- Internal 16.7 Million Colour TFT Screen (240 x 320 Pixels), External Screen (128 x 36 Pixels)
- Dual camera & dual screen
- 3.2 Megapixel Camera Carl Zeiss, 3 x Optical Zoom, 20 x Digital Zoom, Autofocus
- 50 MB shared memory, miniSD 1GB
- Bluetooth, infra red, USB 2.0 (pop port), WLAN (Wi-Fi)
- FM Radio, MP3/AAC/MPEG4 player, TV out support
- Voice Recorder, voice dialing
- 3.9 Hours Talk Time, 283 Hours Standby
Harga: Rp 7.150.000,- s/d Rp. 7.375.000,-
Kelebihan: Dukungan terhadap Wi-Fi, kamera yang cukup bagus 3.5 Mpix
Kekurangan: Harga yang cukup mahal dan masih 3G bukan 3.5G
Penulis: Erwin
